5 Jenis Kayu Yang Paling Banyak Digunakan Aquascaper

Hai sobat Aqua Ama bicara masalah hardscape pasti gak lepas dari yang namanya kayu atau driftwood. Selain memiliki estatika hardscape kayu juga berfungsi sebagai media menepelnya tanamanan seperti Moss, Anubias ataupun tanaman merambat lainnya serta sebagai tempat bersembunyi ikan.



Sebenarnya banyak jenis kayu yang bisa dipakai untuk aquascape, tapi disini Aqua Ama mau membahas lima jenis kayu yang paling banyak atau populer digunakan para penghobi aquascape. Dari kelima tersebut kayu apa saja ya, yuk disimak:

1. Rasamala, Si Merah Yang Murah dan paling populer.

Kayu Rasamala adalah salah satu jenis kayu dalam aquascape yang paling banyak digunakan para aquascaper. Selain karena harga yang murah, kayu Rasamala yang telah mengering tidak menimbulkan perubahan warna serta tidak membahayakan habitat lain dalam aquascape.

Kayu Rasamala memiliki warna kemerah-merahan dengan memiliki banyak lekukan dan cabang, sedangkan untuk ukuran kayu Rasamala cenderung berbentuk ramping.

Kayu ini banyak ditemukan di daerah perbukitan dan pegunungan yang lembab. Kayu Rasamala dikenal kuat meskipun terkena air dalam waktu yang cukup lama. Harga kayu Rasamala ini berkisar antara Rp10.000-80.000, tergantung ukuran kayunya.

2. Sengani, Si Akar Bonsai Aquascape

Kayu Senggani yang seringkali juga disebut akar Senggani ini memiliki bentuk bercabang dan ramping. Kayu ini biasa digunakan untuk membuat bonsai dan efek akar di aquascape. Ukuran kayu Senggani tidak sebesar kayu Rasamala. Kayu ini bisa kamu temukan di lereng gunung, semak belukar, tebing, atau sungai.

Biasanya tanaman Seggani tumbuh dekat sungai, Senggani memiliki ciri daun yang kasar, bunga berwarna ungu, dan buah seperti kelopak bunga dan berisi seperti ceri/seri hitam.

3. Bakau, Kayu Yang Eksotis

Kayu Bakau yang sangat estetis ini cukup populer di kalangan aquascaper. Kayu ini bisa kamu dapatkan di pesisir pantai atau di hutan bakau. Kayu bakau memiliki tekstur yang halus, sedikit cabang, dan di ujung cabangnya biasanya berbentuk runcing.

Namun, kayu Bakau ini memiliki kandungan tanin yang cukup tinggi sehingga dapat mengubah warna air menjadi kuning. Jadi sebelum memakainya sebaiknya kayu benar-benar kering dan sudah direbus untuk menghilangkan tanin pada kayu Bakau tersebut.

Kekurangan lain dari kayu bakau adalah mudah retak dan pecah. Di pasaran, kayu ini dibanderol dengan harga Rp.30.000 sampai ratusan ribu rupiah.


4. Santigi, Si Bonsai Besar 

Kayu Santigi atau Stigi adalah sejenis kayu bonsai. Pohon Santigi tumbuh dan tersebar luas di beberapa kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Kayu Santigi ini memiliki lekukkan indah yang membuat kesan unik.

Kayu Santigi bisa juga dipadukan dengan tanaman jenis fissiden, anubias, buce, microsorum atau moss, sehingga akan menambah kesan alami. Untuk harga, kayu Santigi dibanderol dengan harga Rp50.000 sampai ratusan ribu rupiah.

5. Mopani Wood, kayu Afrika yang mendunia
Mopani wood merupakan salah satu jenis kayu yang berasal dari Benua Afrika dan merupakan salah satu jenis kayu yang cukup populer digunakan untuk aquascape. Kayu ini tidak bercabang, bertekstur padat, dan cukup kukuh.

Bila kamu tertarik dengan kayu ini, kamu bisa mendapatkannya di toko Aquarium / Petshop besar, tapi dengan harga yang cukup mahal kisaran tiga ratus ribuan hinga jutaan rupiah tergantung pada ukurannya.

Dari kayu-kayu indah dan unik di atas, kayu manakah yang akan mengisi lanskap desain aquascape milikmu

0 Comments